anak pemburu koin vs ilmu fisika

klik disini

gambar anak koin lagi mencari koin
Ini dia kisah anak pemburu koin..sudahkan kalian tau bahwa perilaku anak pemburu koin merupakan salah satu kegiatan dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan pendidikan..sudahkah ada pandangan di benak kalian??anak koin vs pendidikan??penasaran!!!yuucckkk kita simak cerita di bawah ini...

Pelabuhan Ketapang merupakan pelabuhan yang menghubungkan Jawa dan Bali yang terletak di kota Banyuwangi bagian utara. Akses transportasi dapat menggunakan kapal ferry, LCM, roro dan tongkang. Ada yang menarik di sekitar pelabuhan Ketapang ini, selain lalu lalang kendaraan, pemandangan laut yang indah, dan orang-orang yang akan melakukan penyebrangan juga aktivitas anak-anak yang jarang kita temukan di daerah lain yakni anak-anak pemburu koin.
Ketika kita memasuki dermaga, anak-anak pemburu koin yang berenang di sekitar dermaga ini sudah menyambut para penumpang dengan teriakan “koinnya lempar aja mbak, nanti saya ambil”

Kemudian setelah salah satu pengunjung melemparkan uang recehan ke dalam laut, anak-anak tersebut dengan cekatan melompat dan mencari koin-koin yang dilemparkan tadi. Tidak hanya di gerbang dermaga, ternyata mereka pun mengikuti hingga di dalam kapal untuk meminta penumpang melemparkan uang koinnya ke dalam laut.
Salah satu anak pemburu koin mengungkapkan, hal ini dilakukannya sejak kelas 3 Sekolah Dasar yang dipelajarinya dari sang Ayah. “Saya belajar dari ayah yang juga pemburu koin,” kata anak yang bercita-cita sebagai Nahkoda Kapal ini. Jadi kalau kalian ingin jadi nahkoda maka harus punya bakan mencari koin dalam air...hehehe just kidd...

Bermula dari belajar renang yang diajarkan oleh sang Ayah di kolam-kolam kecil atau di Pantai dangkal sebelah Pelabuhan, kemudian dengan terbiasa menguasai air laut untuk mendapatkan koin dari penumpang atau pengunjung di sekitar Pelabuhan.
Para anak pemburu koin berenang dan menyelam selama berjam-jam tanpa menggunakan alat pelindung atau alat pendukung lainnya. Mereka membuka baju, melompat, berenang dan menyelam tanpa memperdulikan keamanan dan keselamatannya, yang mereka pikirkan hanya berapa uang yang akan di dapat hari ini. Nah itu pemikiran anak pemburu koin.. Bagaimana dg kalian???
Aktivitas anak pemburu koin dapat kita kaji berdasarkan beberapa kajian ilmu pengetahuan alam. Berikut adalah beberapa ilmu pengetahuan yang akan kita jadikan dasar-dasar tinjauan kita. Sudah siap dengan pembahasan selanjutnya...perhatikan teks di bawah ini... (Nathan.style)

Ditinjau Dari Ilmu Fisika

Pengetahuan tentang hukum fisika erat hubungannya dengan anak koin yang sedang menyelam di laut. Adapun aspek-aspek dari hukum fisika yang berhubungan dengan anak koin yang sedang menyelam di laut adalah tekanan dan berat jenis zat cair. Pengetahuan ini pun amat berguna untuk para dokter yang menangani kasus para penyelam.
Pada saat anak koin berenang, menurut hukum III Newton yaitu ?F1 =?F2, air akan bereaksi mendorong anak koin ke depan. Hal yang sama terjadi ketika anak koin menendang air, air akan mendorong anak koin melaju ke depan. Kombinasi yang baik antara gerakan tangan dan kaki (seperti lumba-lumba menggerakan ekor dan tubuhnya) dapat memberikan gaya dorong yang besar sehingga anak koin dapat bergerak ke depan .
Seorang anak koin mendapat gaya ke atas (gaya apung). Gaya yang ditemukan oleh Archimedes ini disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan air (tekanan hidrostatik) antara bagian bawah dan bagian atas tubuh. Besarnya gaya apung ini tergantung pada berapa banyak bagian tubuhnya yang berada dalam air. Semakin besar volume tubuh yang berada dalam air semakin besar gaya apungnya. Gaya apung juga tergantung pada massa jenis (kepekatan) air. Semakin pekat air semakin besar gaya apungnya. Air di laut mati sangat pekat  (massa jenisnya 1,166 kali lebih besar dari massa jenis air tawar), sehingga orang yang berenang di laut mati tidak akan tenggelam.
Walaupun gaya apung tidak ada hubungan langsung dengan kecepatan renang anak koin, namun gaya apung dapat menghemat energi perenang (dengan gaya apung yang besar , perenang tidak perlu melakukan gerak ekstra untuk mempertahankan diri agar tetap terapung). Karena itu gaya apung sangat bermanfaat untuk anak koin yang berenang jarak jauh.
Hal utama yang menghambat anak koin untuk berenang lebih cepat adalah hambatan air. Hambatan air ini sangat menghabiskan energi anak koin dan menyebabkan anak koin mengeluarkan tenaga 5 kali lipat lebih besar untuk berenang di laut. Hambatan air disebabkan oleh pola aliran air (termasuk turbulensi, kocakan air akibat gerakan tangan atau kaki), ombak, dan gesekan permukaan tubuh dengan air.
Pada saat anak koin menyelam, fluida memberikan tekanan terhadap anak koin yang berada di dalamnya. Pengertian ini diperluas menjadi tekanan pada fluida tergantung pada ketebalannya atau lebih tepatnya kedalamannya. Udara/atmosfer terdiri dari gas-gas yang juga merupakan bentuk dari fluida. Maka udara juga akan memiliki tekanan seperti definisi di atas. Tekanan udara kita anggap sama untuk ketinggian tertentu di atas bumi namun untuk ketinggian yang sangat tinggi di atas permukaan bumi besarnya menjadi berbeda. Hal ini dapat dilakukan karena udara kita anggap kerapatannya kecil sehingga untuk titik-titik yang tidak terlalu jauh perbedaan ketinggiannya bisa dianggap sama.
Dalam ilmu fisika, Tekanan diartikan sebagai gaya per satuan luas, di mana arah gaya tegak lurus dengan luas permukaan. Secara matematis, tekanan dapat dinyatakan dengan persamaan berikut ini :
 
    P = F/A
Dengan:
P = tekanan (N/m2)
F = gaya (N)
A = luas permukaan(m2)
Karena tekanan adalah gaya per satuan luas maka satuan tekanan adalah N/m2. Nama lain dari N/m2 adalah pascal (Pa). Pascal dipakai sebagai satuan Tekanan untuk menghormati om Blaise Pascal.
Tekanan di danau atau di lautan akan bertambah jika kedalamannya bertambah dan secara matematis dapat dituliskan:
            P = p (rho) .g. h
Dengan :
P = Tekanan (Pa)
p (rho) = Massa jenis (kg/m3)
g  = Percepatan gravitasi bumi = 10 m/s2
h  = Ketinggian (m)

Berdasarkan persamaan di atas, tampak bahwa tekanan berbanding lurus dengan massa jenis dan kedalaman zat cair (percepatan gravitasi bernilai tetap). Jika kedalaman zat cair makin bertambah, maka tekanan juga makin besar. Ingat bahwa cairan hampir tidak termapatkan akibat adanya berat cairan di atasnya, sehingga massa jenis cairan bernilai konstan di setiap permukaan. Jika perbedaan ketinggian sangat besar (untuk laut yang sangat dalam), massa jenis sedikit berbeda. Tapi jika perbedaan ketinggian tidak terlalu besar, pada dasarnya massa jenis zat cair sama (atau perbedaanya sangat kecil sehingga diabaikan). Kita juga bisa menggunakan persamaan di atas untuk menghitung perbedaan tekanan pada setiap kedalaman yang berbeda.
Pada saat anak koin menyelam ke dalam air, semua bagian tubuhnya diselubungi oleh air. Semakin dalam menyelam, semakin besar tekanan yang dirasakan. Tekanan atmosfir bumi juga berubah terhadap kedalaman atau ketinggian. Tetapi tekanan atmosfir bumi agak berbeda dengan zat cair. Perubahan massa jenis zat cair sangat kecil untuk perbedaan kedalaman yang tidak sangat besar, sehingga massa jenis zat cair dianggap sama. Hal ini berbeda dengan massa jenis atmosfir bumi. Massa jenis atmosfir bumi bervariasi cukup besar terhadap ketinggian. Massa jenis udara di setiap ketinggian berbeda-beda sehingga kita tidak bisa menghitung tekanan atmosfir menggunakan persamaan yang telah diturunkan di atas. Selain itu tidak ada batas atmosfir yang jelas dari mana h dapat dukur. Sehingga tekanan pada kedalaman tertentu menjadi:
   
P = Po + p (rho) .g. h
Po adalah tekanan atmosfer (atm)

Artikel ini masih belum ada yang berkomentar, silahkan menjadi yang pertama, agar bertambah dari 0 komentar:

Silahkan tinggalkan komentar anda,terima kasih telah berkunjung.